Menyerukan Kabar Baik kepada Semua Orang - 2

Baca sebelumnya : Menyerukan Kabar Baik kepada Semua orang - 1

“Membuat liburan menjadi lebih hidup”

Pada Menyerukan Kabar Baik kepada Semua orang - 1 kita telah mengetahui bahwa identitas atau jati diri kita yang sebenarnya adalah pemberita kabar baik atau pewarta tentang Kristus. Di manapun dan kapanpun ada kesempatan kita harus memberitakan kabar Injil yaitu kabar Kristus yang mengasihi manusia sehingga Ia rela untuk menyelamatkan manusia. Kita akan kehilangan jati diri sebagai orang Kristen apabila kita tidak bersaksi memberitakan kabar baik dari Allah ini. Kemudian kebenaran apa lagi yang harus kita ketahui dan terapkan di dalam hidup kita? Marilah kita simak lagi Yesaya 40:1-11.

I. BERUSAHALAH AGAR KABAR BAIK DAPAT TERDENGAR SAMPAI JAUH (ay. 9)
Nabi Yesaya berseru memanggil kota kudus Yerusalem dan Sion untuk menyerukan kabar keselamatan kepada kota-kota yang ada di Yehuda. Gambaran ayat 9 mendorong kita semua untuk berusaha agar kabar baik dapat terdengar sampai jauh. Ini mengingatkan saya sebaris lagu yang dikarang oleh Bapak Gesang “Bengawan Solo”, di mana “air mengalir sampai jauh, akhirnya ke laut”. Kiranya air kehidupan kita bisa mengalir sampai jauh yang pada akhirnya membawa orang kepada lautan kasih karunia Allah di dalam Yesus Kristus Tuhan.

a. Jangan menutupi kabar baik
Nabi Yesaya memanggil Sion dan Yerusalem sebagai tempat keselamatan untuk naik ke gunung yang tinggi. Mengapa harus naik ke gunung? Gunung menggambarkan suatu tempat yang bisa didengar dan dilihat. Wah…ini merupakan seruan bagi kita juga untuk menyerukan Injil keselamatan kepada orang-orang yang belum diselamatkan. Jangan hanya saling menyaksikan cinta kasih Tuhan di antara orang Kristen saja. Itu namanya “jago kandang”. Tuhan meminta kita “pergi dan memberitakan Injil sampai ke ujung bumi”. Pastikan bahwa saudara sedang berusaha mencari ‘gunung’ kesaksian yaitu suatu kesempatan yang membuat kabar baik yang saudara miliki dapat didengar oleh lebih banyak orang lagi.

b. Minta keberanian untuk naik ke gunung dan berseru dengan suara nyaring—“Jangan takut!”
Ketakutan seringkali melumpuhkan seseorang. Ketakutan bisa terjadi karena pengalaman traumatis atau karena pikiran kita sendiri. Demikian juga memberitakan Injil kadang-kadang dilumpuhkan oleh ketakutan ada bercokol di dalam benak kita. Firman Tuhan datang kepada kita semua hari ini di dalam Yesaya 40:9. Sekarang gantilah kata Sion dan Yerusalem dengan nama saudara sendiri dan serukanlah firman ini kepada diri sendiri, seperti:

“Hai Agustinus, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Agustinus, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut!” Mengapa kita tidak takut? Kita seharusnya tidak takut karena kita memberitakan Injil karena kasih, bukan karena ego kita. Firman Tuhan berkata, “Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih” (1 Yoh 4:18)

c. Bawalah kehadiran Allah dalam hidupmu
Di dalam penginjilan selalu harus ada 2 cara penginjilan yang saling melengkapi, yaitu pertama adalah proclamation, memproklamasikan atau mewartakan Injil dan kedua adalah presentation, menyatakan kehadiran Allah di dalam kita dengan kesaksian hidup yang memberkati. Demikian juga sebagai pemberita kabar baik, kita harus bisa menunjukkan kehidupan kita yang menyatakan kehadiran Allah, sehingga kita bisa berkata, “Lihat, itu Allahku!” Sudahkan orang-orang di sekitar kita merasakan Allah kita ketika mereka melihat kehidupan kita?

Suatu kali di sebuah ibadah kebangunan rohani yang dilayani oleh D.L. Moody, ada seorang pria yang mendatangi dia dan berkata bahwa dia telah hidup di puncak hadirat Tuhan yang mengubahkan selama 5 tahun. Dia begitu merasa dekat dengan Tuhan. Lalu Moody bertanya, “Berapa jiwa yang kau telah selamatkan selama 5 tahun itu?”. Pria itu menjawab, “Aku tidak tahu”. Moody mendesak lagi, dan akhirnya pria itu berkata dengan lirih, “Aku tidak tahu jika ada yang diselamatkan selama 5 tahun itu.” Kemudian Moody berkata, “Ya…kami tidak mau memiliki pengalaman puncak seperti itu, jika seseorang memiliki pengalaman puncak begitu tinggi sehingga terlalu sulit untuk turun menjangkau orang berdosa, pasti ada sesuatu yang salah dengan pengalaman rohani itu.”

Wah…berapa jiwa yang telah kita bawa kepada Tuhan selama pengiringan kita kepada Tuhan?

0 comments:

Post a Comment

 
Yohanes 14:6b "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.