Islam dan Kristen Tak Akur, Negara Hancur

KOMPAS.com - Pertikaian antarwarga berbeda agama di Mesir cuma berbuah petaka. Hasilnya, bentrok pengunjuk rasa penganut Kristen Koptik versus aparat keamanan hanya menghasilkan kematian 24 orang. "Kalau penganut Islam dan Kristen Koptik tak rukun, hal itu adalah ancaman keamanan negara Mesir," kata Perdana Menteri (PM) Mesir Essam Sharaf. Penganut Kristen Koptik selama ini mengeluhkan adanya diskriminasi termasuk dalam hal izin pembangunan gereja, yang harus mendapat persetujuan presiden. 

Menurut warta AP dan AFP pada Senin (10/10/2011), komentar PM Essam muncul usai sidang kabinet darurat. Sementara setelah diberlakukan semalam, akhirnya jam malam dicabut pada Senin ini, pukul 07.00 pagi waktu setempat.

Yesus 'Menampakkan Diri' di Solo

Ini adalah foto "Penampakkan Yesus" di Solo yang beredar di BBM Rabu (5/10). Foto ini diambil BB dan beredar luas di grup BB.
[JAKARTA] Blackberry Messanger (BBM) saya Rabu, (5/10) hari ini mendapat sebuah gambar unik yaitu cahaya matahari yang menerobos awan. Hasilnya tampak seperti gambar Yesus Kristus berkilau cahaya, persis seperti gambar Yesus yang naik ke Surga, seperti yang lazim digambarkan pada hari Paskah.

Dalam teksnya, gambar tersebut diambil di Solo Jawa Tengah pada Selasa, (4/10) siang dan diambil melalui Blackberry. Gambarnya memang tidak terlalu besar karena resolusinya kecil. Tetapi "Yesus yang Naik ke Surga itu" tampak jelas di belakang tiang-tiang listrik. Foto ini ramai dikomentari di grup BBM.

Komentar itu antara lain, "Puji Tuhan, Solo diberkati." Peristiwa ini terjadi hanya beberapa hari setelah aksi bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton Solo yang menewaskan dua orang yaitu pelaku bom bunuh diri itu sendiri dan seorang jemaat lainnya yang meninggal di rumah sakit serta melukai sejumlah orang lainnya. [A-21]

Sumber berita dan foto : http://www.suarapembaruan.com/home/yesus-menampakkan-diri-di-solo/12045#.To46NaUG75g.facebook

Satpol PP Berusaha Mencoba Merebut Anggur dan Roti Perjamuan Kudus pada Ibadah Perjamuan Kudus se-Dunia di Bapos GKI Yasmin

Jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin Bogor hingga Minggu (02/10) masih belum bisa bebas beribadah. Sudah lama mereka tidak bisa melaksanakan misa di gereja karena gereja digembok oleh Pemerintah Kota Bogor.

Akhirnya mereka melakukan ibadah di trotoar dekat gereja. Meski hanya di trotoar, Pemkot Bogor tetap mengintimidasi dan mengusir mereka. Menurut keterangan pers Pdt. Ujang Tanusaputra, Ketua Umum Majelis Gereja Kristen Indonesia, pengusiran hari ini dipimpin langsung oleh Walikota Bogor Diani Budiarto “Satpol PP berusaha mengusir jemaat, mulai dari berusaha mendorong ibu-ibu yang ibadah, mencoba mendorong Ibu Pdt. Novita Sutanto yang memimpin ibadah, menyalakan mesin truk dan berulang-ulang dan mengegas mesin truk sehingga titik lokasi ibadah jemaat menjadi riuh dengan mesin truk,” kata Pendeta Ujang.

Sebuah Masjid Didedikasikan untuk Yesus


Sebuah Masjid diberi nama sosok tokoh sentral dari Kekristenan adalah menjadi tonggak koeksistensi lintas iman di Yordania. Kedua pemimpin Muslim dan Kristen menyatakan kepuasan mereka ketika Masjid Yesus Kristus dibuka beberapa waktu lalu. Tempat ibadah ini diresmikan di kota Madaba, 30 Km sebelah Selatan dari ibukota, Amman.

Bersyukur


Renungan pada warta jemaat hari ini, saya akan berbicara tentang mengucap syukur. Saya berharap kita semua bisa mengakhiri tahun 2009 dan memulai tahun 2010 dengan ucapan syukur kepada Tuhan. ”Aku tak selalu mendapatkan apa yang kusukai, oleh karena itu aku selalu menyukai apapun yang aku dapatkan....” Kata-kata di atas merupakan wujud syukur. ‘Syukur’ merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia. Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur.

Memotivasi Diri


Filipi 3:10-14

Paulus adalah seorang Rasul Tuhan yang memiliki pengalaman agamawi serta tingkatan pengetahuan diatas rata-rata. Namun, langkah Paulus dalam menapaki tangga keberhasilan berubah ketika mengalami perjumpaan dengan Tuhan secara pribadi di Damsyik. Perjumpaan itu menjungkirbalikkan arah serta pandangan hidupnya tentang Yesus. Ia menjadi orang yang hidup bergerak dalam tujuan Allah. Ia mengakhiri hidupnya dengan mulia, dengan menyelesaikan tugas dan panggilan-Nya (II Timotius 4:6-8). Marilah kita menjadi umat yang hidup bergerak dalam tujuan Allah.
Bagaimana kita dapat hidup maju bergerak dalam tujuan Allah?

I. Memiliki sasaran hidup yang jelas (ayat 10)
Tanpa sebuah sasaran jelas dalam hidup ini maka kita akan menjadi orang yang mudah diombang-ambingkan oleh keadaan, situasi, orang lain maupun diri kita sendiri. Paulus mengungkapkan bahwa tujuan hidupnya adalah ingin mengenal Yesus lebih dalam lagi (ayat 10). Dia rindu bersekutu, serta menjadi serupa dengan Yesus. Kekayaan, ketenaran, popularitas, dll terkadang menggeser sasaran yang jelas dalam hidup kita. Tetapkan tahun 2010 adalah tahun dimana kita menjalani hidup dengan sasaran yang jelas. Filsuf Yunani yang bernama Seneca mengatakan ”jika seorang individu tidak mengetahui pelabuhan yang dituju, maka angin mana pun dianggapnya benar.

II. Patahkan setiap penghalang di masa lalu (ayat 13)
Tahun 2009 mungkin menyisahkan pengalaman yang pahit atau manis, itu merupakan realita kehidupan. Kadang pengalaman masa lalu bisa menjadi penjara untuk kita maju. Kegagalan dalam berbisnis, ketidakharmonisan tumah tangga, pasang surutnya pelayanan, kebobrokan moral kita dll, semuanya itu pernah kita alami. Namun tatkala kita memfokuskan pandangan kita ke depan maka kita tidak ada kesempatan untuk melihat ke belakang. Contohnya sebuah dokar yang ditarik oleh seekor kuda, kuda ini dipakaikan pelindung disisi kedua matanya agar dia fokus untuk melihat jalan di depan tanpa harus menengok ke kiri atau ke kanan. Ia hanya akan mengikuti arahan dari sang kusir. Demikian juga dengan kehidupan kita, hendaklah kita fokus untuk melihat apa yang dikehendaki dan dijanjikan Tuhan dalam kehidupan masa depan kita, bukan terus hidup terpuruk dengan masa lalu yang suram. Paulus sadar bahwa kejayaan, popularitas di masa lalu dianggap sampah ketika mengalami Tuhan secara pribadi (Filipi 3:1b-9).

III. Bangunlah mentalitas juara (ayat 14)
seorang atletik Yunani kuno terus melatih dirinya dan siap mengikuti perlombaan hanya untuk memperebutkan sebuah mahkota dari daun salam. Hanya seorang juaralah yang hanya mendapatkan mahkota tersebut. Paulus meminjam gambaran tersebut untuk memotivasi dirinya, bahwa dia sedang berjuang bagi Yesus. Dia sadar bahwa dalam hidup dan pelayanannya penuh dengan tantangan (II Korintus 11:23-29), namun dia tidak menyerah. Memiliki mentalitas sang juara perli kita kembangkan. Tahun ini menyediakan banyak potensi untuk kita maju, tetapi di sisi lain juga dipenuhi dengan tantangan. Harapan adalah pondasi dari semua perubahan, selama kita percaya bahwa kita dapat memberikan dampak bagi sekitar kita, kita punya potensi untuk mewujudkannya. Sang juara tidak pernah menyerah. Bagaimana dengan kita, apakah kita pantas untuk menyandang gelar sang juara di tahun yang baru nanti?

Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Resep Pelayanan yang Sehat


Roma 12:1-11

Jangan biarkan diri anda terus ada dalam status quo dan plateau dalam pelayanan tetaplah bertumbuh. Menurut Robert Clinton: dalam hidup seorang hamba Tuhan akan ada sekitar 9 orang yang mempenagruhi hidupnya. Allah tidak menghendaki kita menjadi lone-ranger tetapi harus bersama-sama orang lain untuk saling membangun. Gereja yang sehat harus memiliki orang-orang yang saling membangun

Paulus mengatakan bahwa akhirnya kitalah yang harus berubah, dan itu bisa dilakukan. Spiritual health begins with leaders.

Makna Peristiwa Kalvari


Minggu ini kita kembali menghadapi meja perjamuan kudus, yang mengingatkan kita kembali akan penderitaan Yesus di Kalvari untuk menebus dosa kita. Namun, apakah kita benar-benar mengerti makna dari penderitaan-Nya di Kalvari tersebut? Kebanyakan orang terlalu menekankan penderitaan jasmani dari penyaliban itu. Memang kekejaman penyaliban itu nyaris tak terlukiskan. Kesengsaraan yang diderita Kristus tak terbayangkan. Gambaran mengenai penderitaan Yesus terlihat dalam Mazmur 22:7, 15, 16, 18. Tetapi lebih jauh dari penderitaan manusia terdapat arti yang lebih dalam. Yesus sebenarnya mengharapkan penyaliban itu dengan pengharapan yang penuh sukacita.

JADI APA YANG SEBENARNYA MENJADI ARTI DARI PERISTIWA KALVARI?

1. Peristiwa Kalvari adalah saat yang mulia bagi Yesus.
  • Ia berkata kepada Maria, ibunya: “Saat-Ku belum tiba.” (Yoh. 2:4). Saat penyaliban adalah saat yang telah ditetapkan sendiri oleh Allah, dan Yesuspun harus taat menunggu saat tersebut.
  • Tak seorangpun dapat membawa Dia ke saatnya lebih cepat (Luk. 4:30; Yoh. 8:59). Manusia tidak akan mampu melawan/ mengubah rencana Allah dalam diri Yesus.
  • Pada hari paskah, Ia tahu bahwa saatnya sudah tiba (Yoh. 13:1).

2. Peristiwa Kalvari adalah pembuktian kasih-Nya kepada manusia.
  • Kristus datang untuk mencari & menyelamatkan yg hilang (Luk. 19:10). Ini adalah alasan utama mengapa Yesus datang ke dalam dunia. Ia lakukan semua ini atas dasar kasih-Nya yang besar kepada umat manusia.
  • Ia mencari orang bedosa seperti wanita Samaria (Yoh. 4:7). Ia bukan datang mencari orang yang baik/saleh, tetapi Ia datang demi orang berdosa, orang yang tidak layak. Hanya karena kasih-lah Ia mau melakukan hal ini.
  • Ia mencari laki-laki seperti Saulus dari Tarsus (Kis. 9:5). Yesus bahkan mau menyelamatkan orang-orang yang paling membenci diri-Nya. Kasih-Nya sungguh luar biasa.
  • Satu-satunya jalan Ia dapat menebus orang berdosa adalah dengan memberikan nyawa-Nya (Mat. 20:28). Hanya dengan cara demikian Ia dapat membayar lunas dosa manusia.
  • Itulah pertunjukkan kasih yg terbesar (Yoh. 15:13).

3. Peristiwa Kalvari merupakan sukacita-Nya yang terbesar
  • Itulah kehendak Bapa-Nya agar Ia mati (Ibr. 10:5-10). Melakukan kehendak Bapa memberi kepuasan kepada-Nya (Yoh. 4:34). Melakukan kehendak Bapa adalah hal yang paling ingin Yesus lakukan.
  • Ketika orang berdosa diselamatkan oleh pengorbanan-Nya, ada sukacita besar di Surga (Luk. 15:10). Betapa berartinya jiwa manusia di hadapan Allah.
  • Sukacita karena membawa banyak orang kepada kemuliaan (Ibr. 2:10)
  • Sukacita karena Ia kembali memerintah dengan Bapa setelah menyelesaikan karya penebusan-Nya di Bumi (Ibr. 12:2)
  • Sukacitanya akan menjadi sempurna ketika orang tebusannya bergabung dengan Dia di Surga (Yoh. 17:24; Why. 3:21)
Salib tidak saja berarti kesengsaraan dan kematian tetapi salib juga mendatangkan hidup, sukacita dan kemenangan atas dosa. Salib membuka jalan penebusan dan membuka jalan bagi manusia untuk diselamatkan dan dipenuhi dengan pengharapan oleh percaya kepada Kristus. Sekilas melihat Surga akan menyingkirkan/menghilangkan segala kesedihan bumi. Marilah kita menempatkan iman kita dalam penebusan dan masuk ke dalam arti yang terdalam dari Kalvari.

Mengetuk Pintu Hati

“Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada …” (Efesus 5:15-16).

Hidup ini penuh dengan kesempatan yang tak terhitung banyaknya. Jika anda merenungkan kembali perjalanan hidup anda, berapa kali dalam hidup anda, anda mendapat kesempatan untuk melakukan sesuatu yang baru tapi mundur karena takut atau kuatir akan sesuatu yang tidak anda ketahui? Dan berapa kali anda melihat kembali ke belakang dan menyesali kenyataan bahwa anda membiarkan kesempatan yang pernah ada dalam hidup anda terbang melayang?
Kitab Suci merekam bagi kita suatu kisah yang sangat menyentuh tentang seorang laki-laki bernama Zakheus yang tidak mau membiarkan apa pun menghalangi dia untuk berjumpa dengan Yesus Kisah ini terdapat di dalam Lukas 19:1-10. Mari kita selidiki kisah ini dan lihat apa yang dapat kita pelajari dari kisah ini.

Kenapa Kristen Tidak Eksis di Arab Saudi?

Kenapa Kristen tidak eksis di Arab Saudi? Ini ceritanya:

Seorang pendeta mencoba menyampaikan misi Kristen di Arab Saudi.

Dia memasang baliho dan menyebarkan brosur undangan gratis di beberapa tempat strategis di beberapa kota di Arab, yang isinya adalah tentang mujizat penyembuhan.

Dengan ilustrasi gambar dan kata-kata yang sangat menarik sbb (dari kiri ke kanan):

 
Yohanes 14:6b "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.