Rumahku adalah Rumah Doa - Bag. 1

Lukas 19:45-48

Pada hari ini Tuhan Yesus sedang akan memasuki Yerusalem. Bayangkan bahwa pada masa hidup Yesus, Dia adalah seorang yang sangat dikenal. Dia dikenal karena kuasa-Nya, kelembutan-Nya, perbuatan-perbuatan supranatural-Nya, khotbah-khotbah-Nya yang menarik dan keberanian-Nya menelanjangi orang-orang Farisi dan ahli Taurat. Nama-Nya tersebar dan termasyur di mana-mana. Kemana saja Ia pergi, disitu pula banyak orang mengikuti untuk mendengarkan khotbah-khotbah-Nya, sampai-sampai harus berebutan (seperti Zakheus), dan lupa makan (sehingga Yesus dengan cepat membentuk seksi konsumsi dadakan, sehingga 5 ribu orang diberi makan sampai kenyang).

Jika Tuhan Yesus datang ke rumah saudara, bagaimana perasaan saudara? Pasti saudara akan sangat senang. Apa yang saudara harapkan jika Yesus datang di rumah saudara? Apa yang saudara harapkan jika Yesus mengunjungi GSJA Haleluya Mondoroko? Mungkin ada yang ingin disembuhkan, mendapat pekerjaan, diberikan jodoh, atau bahkan ingin Yesus melakukan mujizat 5 ketul roti dan 2 ekor ikan, tetapi disesuaikan dengan konteks Indonesia ialah 2 bungkus nasi Padang menjadi cukup bagi seluruh jemaat yang hadir dengan lauk yang berbeda-beda sesuai selera.


Pernahkah kita berpikir/berharap bahwa Tuhan Yesus datang untuk memarahi kita? Tidak bukan?
Ternyata ketika Yesus hadir di Bait Allah, justru marah-marah…wah emang enak dimarahi!? Apakah jika Yesus saat ini datang di bait-Nya yaitu saudara dan saya, gereja-Nya, akan marah-marah atau justru merasa senang? Kita tidak tahu bukan? Karena keadaan dan situasi masing-masing orang berbeda. Oleh karena itu marilah kita melihat mengapa Tuhan Yesus marah?

I. Doa adalah Ciri Rumah Tuhan yang Benar (Luk.19:46)
a. Karena doa merupakan demonstrasi dari kenyataan hubungan yang mesra antara umat dan Allah.
Loading...

Rumah Tuhan bisa berarti kita pribadi-pribadi sebagai tempat kediaman Tuhan dan kita sebagai kumpulan tubuh Kristus. Apakah kemarahan Tuhan Yesus akan menghentikan kegiatan perdagangan itu secara permanent? Saya rasa tidak, mungkin mereka beberapa jam kemudian akan mulai lagi perdagangan. John Nolland, seorang penulis tafsiran Injil Lukas di dalam WBC beranggapan bahwa tindakan Yesus adalah tindakan simbolik yang menyimbolkan tentang Allah yang menyucikan umat-Nya Israel dan meminta mereka kembali kepada Tuhan dalam penyembahan yang benar. Dimana mereka telah terjebak di dalam rutinitas dan ritualitas persembahan korban sehingga mereka tidak lagi merasakan adanya hubungan antara umat dengan Allah-Nya dan sebaliknya. Seorang berkata: “Nilai dari doa yang konsisten bukanlah bahwa Allah akan mendengarkan kita, tetapi kita yang mendengarkan Allah” (William McGill).

b. Karena doa merupakan ekspresi dari gereja yang sehat.
Sebenarnya bagian yang menjadi lahan perdagangan adalah bagian pelataran bait Allah, di mana orang-orang non-Yahudi/proselyte mendapat kesempatan berdoa. Tetapi justru di situlah terjadi hiruk pikuk orang yang melakukan penukaran uang dan perdagangan binatang korban. Ternyata orang-orang Lewi adalah orang-orang yang mementingkan kepentingan diri sendiri, di mana mereka hanya peduli dengan kebutuhan sendiri di mana mereka bisa berdoa karena mereka boleh masuk bait suci, tetapi mereka merebut anugerah bagi orang lain dengan memakai tempat mereka untuk transaksi perdagangan. Jelas mereka bukanlah umat yang sehat di dalam rohani (buta kebutuhan orang lain) dan misi (tidak adil dalam memberi kesempatan orang lain memperoleh anugerah). Dalam survey atas gereja-gereja yang memiliki jemaat lebih dari 30 ribu ternyata ditemukan adanya suatu kesamaan ciri yaitu gereja-gereja tersebut adalah gereja-gereja yang ibadah doa dan puasanya begitu hidup dan dinamis. Seorang teolog berkata “Doa tidak mengubah Allah, tetapi doa akan mengubah dia yang berdoa” (Soren Kierkegaard).

Jika Tuhan Yesus bertemu dengan kita saat ini, apakah Dia akan senang dengan kehidupan kita karena menjadikan bait-Nya adalah rumah doa? Marilah kita bersama menjadikan bait ini menjadi rumah doa. Datanglah pada Ibadah Doa Mujizat dan Pemulihan pada setiap hari Jumat jam 18.00 (enam sore) di gereja. Lihatlah dan kecaplah betapa baiknya Tuhan itu. Amin.

0 comments:

Post a Comment

 
Yohanes 14:6b "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.